[ Daftar Istilah Gambar Teknis]

Gambar teknis merupakan bagian vital dalam proses desain rumah. Mereka memberikan panduan yang jelas kepada para kontraktor dan pembangun tentang bagaimana merencanakan dan membangun rumah secara akurat sesuai dengan visi desain yang diinginkan. Tanpa gambar teknis yang tepat, pelaksanaan proyek bisa menjadi sulit dan kurang efisien. Jadi, penting untuk memahami jenis-jenis gambar teknis dan fungsinya dalam proses desain rumah.

1. Facad / Tampak

Fasad merujuk pada sisi luar atau tampilan eksterior sebuah bangunan. Biasanya, fasad terletak di bagian depan bangunan, tetapi dapat juga ada di bagian samping dan belakang. Istilah "fasad" berasal dari bahasa Perancis yang berarti "depan" atau "muka" yang dapat dilihat oleh banyak orang. Fasad memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai keseluruhan sebuah bangunan. Semakin indah, mewah, dan megah fasad sebuah bangunan, semakin tinggi juga nilai propertinya.

2. Focal Point

Dalam arsitektur, focal point adalah elemen pada eksterior atau interior sebuah bangunan yang paling menarik perhatian dibandingkan dengan elemen lain di sekitarnya. Focal point dapat berupa fasad, bagian tertentu dari bangunan, fitur khusus, hiasan, perabot, warna, material, lampu, karya seni, dan lainnya yang memiliki faktor "WOW" dan membuat orang terkesan. Dalam contoh di atas, focal point-nya apa? Jawabannya adalah ke mana mata Anda tertuju pertama kali?

3. Artwork

Artwork adalah karya seni, ciptaan artistik, atau benda yang memiliki nilai estetika dan umumnya berfungsi untuk memberikan efek keindahan pada bangunan. Artwork bisa berupa patung, ukiran, lukisan, hiasan, pot, pajangan, dekorasi, pernak-pernik, dan lain sebagainya.

4. Secondary Skin

Secondary skin adalah lapisan tambahan yang terletak di luar dinding utama pada fasad atau eksterior bangunan, tetapi tidak melekat pada struktur dinding bangunan utama. Keberadaan secondary skin pada bangunan mampu mengurangi masalah panas yang timbul akibat paparan sinar matahari.

5. Pilar Bangunan

Pilar adalah elemen vital dalam arsitektur sebuah bangunan, yang bertanggung jawab atas menopang beban struktural, termasuk atap dan beban berat lainnya. Sebagai tiang penyangga, pilar berperan penting dalam memastikan kestabilan dan kekokohan bangunan secara keseluruhan. Dengan fungsi utamanya sebagai penguat struktur, pilar menjadi pondasi yang kokoh untuk memastikan bangunan dapat berdiri dengan tegar dan aman.

6. Kanopi

Kanopi adalah struktur atap semi-permanen yang dirancang dari beragam bahan seperti kain, logam, kaca, seng, dan bahan-bahan lainnya, yang didukung oleh tiang-tiang yang kokoh. Kanopi umumnya dipasang di area carport, balkon, taman, maupun rooftop, memberikan perlindungan dari sinar matahari, hujan, atau elemen lainnya, sambil menambah nilai estetika dan kenyamanan pada ruang terbuka tersebut.

7. Carport

Carport, sebuah ruang yang terletak di depan rumah, dirancang khusus untuk parkir kendaraan. Biasanya dilengkapi dengan kanopi atau kantilever sebagai atap, yang berfungsi untuk melindungi kendaraan dari sinar matahari yang terik dan hujan yang deras. Keberadaan carport ini tidak hanya memberikan perlindungan bagi kendaraan, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi penghuni rumah. Dengan ruang parkir di dekat rumah, memudahkan untuk melakukan aktivitas seperti mencuci mobil dan motor dengan lebih praktis dan nyaman, tanpa harus bergantung pada tempat cuci kendaraan umum.

8. Garasi

Berbeda dengan carport yang semi-outdoor, garasi lebih bersifat indoor, yaitu dalam ruangan tertutup. Garasi berfungsi sebagai tempat penyimpanan kendaraan yang terlindungi oleh dinding dan pintu di dalam ruangan, sehingga kendaraan lebih terlindungi dari paparan sinar matahari, hujan, angin, debu, serta potensi pencurian dan kerusakan lainnya. Idealnya, jika lahan mencukupi, Anda memiliki garasi dan carport dengan kapasitas yang sesuai dengan jumlah kendaraan Anda, serta memiliki akses manuver yang mudah.

9. Basement

Basement adalah ruangan yang sebagian atau keseluruhannya dibangun di bawah permukaan tanah sebuah bangunan, biasanya diperuntukkan untuk tempat penyimpanan (gudang), tempat persembunyian, home theater, studio musik, atau tempat parkir.

10. Teras

Teras adalah area atau landasan yang terletak lebih tinggi daripada sekitarnya, biasanya berada di dekat pintu masuk suatu bangunan. Di dalam hunian, teras dapat difungsikan sebagai tempat bersantai, menikmati secangkir kopi, atau menerima tamu di bagian depan rumah. Keindahan teras juga akan meningkatkan kesan positif pada rumah Anda.

11. Balkon

Balkon adalah teras lantai atas pada bangunan bertingkat. Dalam konteks arsitektur, balkon adalah ruang semi-terbuka yang menonjol dari bangunan, di mana salah satu atau beberapa sisinya tidak sepenuhnya tertutup oleh dinding. Balkon dapat ditempatkan di sisi depan, samping, atau belakang dari lantai atas hunian Anda. Penempatannya paling optimal adalah pada area yang menghadap ke pemandangan indah seperti taman atau kolam renang.

12. Rooftop

Rooftop adalah area yang terletak di bagian puncak atau atap bangunan. Rooftop dapat sepenuhnya terbuka atau sebagian tertutup dengan kanopi atau gazebo. Ruang atap ini sering dihiasi dengan berbagai dekorasi, seperti taman, perabotan outdoor, rumput sintetis, dan hiasan lainnya, untuk menciptakan suasana yang indah dan nyaman.

13. Koridor

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, koridor atau selasar merujuk pada lorong di dalam rumah atau struktur bangunan lainnya. Koridor juga dapat menghubungkan satu gedung dengan gedung lainnya. Dalam konteks arsitektur, koridor dapat berada di dalam atau di luar bangunan, berfungsi sebagai penghubung antar ruang, dan memfasilitasi aliran lalu lintas atau akses antar area.

14. VOID

"Void adalah ruang kosong yang melintasi dari lantai bawah hingga lantai atas, menciptakan plafon ganda yang tinggi. Keberadaannya menggabungkan dua atau lebih lantai menjadi satu ruang yang luas. Void memberikan kemudahan sirkulasi udara dan pencahayaan yang alami, menciptakan suasana yang lapang, cerah, sejuk, dan megah."

15. Partisi

Partisi dalam konteks arsitektur merujuk pada elemen pembatas yang dirancang untuk memisahkan ruang secara visual, fungsional, dan seringkali estetis. Fungsi utamanya adalah membatasi area tertentu dari ruang yang lain, menciptakan ruang tambahan, membedakan fungsi antar-ruang, dan menyediakan privasi bagi pengguna. Partisi bisa berbentuk dinding semi-permanen yang terbuat dari beragam bahan seperti kayu, gypsum, bata, logam, kaca, atau bahkan elemen-elemen seperti bilah besi. Dengan perpaduan desain dan material yang tepat, partisi dapat menjadi elemen penting dalam menciptakan nuansa, memperbaiki tata letak, serta meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas ruang.

16. Mezzanine

Mezzanine adalah platform tambahan di dalam ruangan yang ditempatkan di tengah-tengah bangunan. Fungsinya bervariasi, dari membagi ruangan secara vertikal hingga memberikan ruang tambahan untuk keperluan pribadi atau hiburan. Beberapa orang memanfaatkannya sebagai kantor pribadi, ruang rekreasi, atau bahkan kamar tidur cadangan. Dengan fleksibilitasnya, mezzanine dapat disesuaikan sesuai kebutuhan penghuni bangunan.

17. Split Level

Teknik split level, atau pemisahan ketinggian, adalah strategi desain yang menciptakan perbedaan tinggi lantai antar ruang dalam sebuah bangunan. Hal ini dapat membuat rumah terasa lebih dinamis dengan tangga yang lebih pendek, mengurangi kebutuhan akan dinding pemisah, dan bahkan menyediakan ruang tambahan seperti mezzanine. Meskipun dapat mengoptimalkan lahan yang tidak rata dan terbatas, perlu diingat bahwa penggunaan split level membutuhkan perencanaan yang cermat karena struktur yang kompleks dapat menyulitkan proses pembangunan.

18. Foyer

Pada mulanya, foyer adalah ruangan yang umumnya berfungsi sebagai penghubung antara pintu masuk dengan berbagai ruangan lainnya. Namun, dewasa ini, foyer dianggap sebagai aula masuk, koridor, dan ruang tunggu utama. Foyer juga berperan sebagai area penerimaan yang melayani sebagai ruang transisi untuk menyambut dan memandu tamu sebelum mereka memasuki ruang tamu. Fokus utama foyer adalah pada nilai estetika, yang meningkatkan prestise pemilik rumah, sambil juga memberikan fungsionalitas sebagai tempat penyimpanan untuk sepatu, payung, jas, topi, dan berbagai hiasan lainnya.

19. Bordes

Bordes, yang merupakan area datar di antara anak tangga, berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat sejenak ketika menaiki tangga. Biasanya terletak di sudut tangga, bordes memberikan kesempatan bagi pengguna tangga untuk mengambil napas dan memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan desainnya yang strategis, bordes memperluas ruang gerak dan memastikan kenyamanan serta keamanan dalam penggunaan tangga. Singkatnya, bordes adalah titik singgah yang penting dalam perjalanan naik turun tangga.

20. Dropceilling

Drop ceiling adalah jenis plafon yang terpasang di level yang lebih rendah daripada plafon utama di ruangan. Biasanya terbuat dari panel yang digantung dengan rangka khusus. Dengan adanya lampu yang terintegrasi, drop ceiling tidak hanya memberikan estetika tambahan, tetapi juga memberikan pencahayaan yang merata ke ruangan, menciptakan suasana yang menyenangkan dan nyaman. Singkatnya, drop ceiling adalah solusi praktis untuk meningkatkan tampilan interior ruangan sambil memberikan pencahayaan yang efisien.

21. Up Ceilling

Up Ceiling adalah konsep tata plafon yang mengangkat ketinggian plafon dari standar biasanya, memberikan kesan lapang dan lega pada ruangan di bawahnya. Dengan penambahan lampu, Up Ceiling tidak hanya memperluas visual ruangan tetapi juga menambah estetika yang indah.

22. WallPaper

Wallpaper adalah bahan dekoratif yang digunakan untuk menutupi dan mempercantik permukaan dinding dalam sebuah ruangan. Biasanya terbuat dari kertas berwarna dengan berbagai motif atau corak yang menarik. Penggunaan wallpaper dapat meningkatkan estetika interior bangunan dengan memberikan sentuhan visual yang unik dan menarik.

23. Walk-in Closet

Walk-in closet adalah sebuah area eksklusif yang biasanya terhubung dengan kamar tidur atau kamar mandi, dirancang khusus untuk kegiatan berpakaian, berdandan, dan menyimpan pakaian serta aksesoris. Biasanya berukuran lebih besar daripada lemari biasa dan sering dilengkapi dengan rak, laci, cermin, dan kadang meja rias. Ini adalah tempat yang nyaman dan terorganisir untuk menyimpan dan merapikan pakaian serta aksesori sehari-hari, menjadikannya tidak hanya fungsional tetapi juga estetis.

24. Powder Room

Powder room adalah fasilitas toilet yang umumnya disediakan untuk tamu di rumah atau tempat umum, seperti hotel atau restoran. Biasanya terletak di dekat ruang tamu atau lobby, ruangan ini dirancang dengan ukuran kecil untuk memaksimalkan penggunaan ruang yang terbatas, seperti di bawah tangga. Fasilitas yang tersedia biasanya meliputi kloset duduk, wastafel, dan cermin. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi tamu yang membutuhkan tempat untuk membersihkan diri atau melakukan keperluan pribadi secara cepat.

25. Dapur Basah

Wet kitchen, juga dikenal sebagai dapur basah atau dapur kotor, adalah area dalam rumah yang didedikasikan untuk memasak dan mengolah masakan berat serta membersihkan peralatan dapur. Fungsinya tidak hanya untuk menyiapkan makanan seperti ikan, daging, dan bumbu, tetapi juga menjaga kebersihan dapur lainnya, seperti dapur kering atau dry kitchen, yang terlihat dari ruang makan. Singkatnya, wet kitchen adalah ruang di mana proses memasak yang intens dan kegiatan pembersihan dapur dilakukan.

26. Dapur Kering

Dapur kering, atau yang lebih dikenal sebagai dapur bersih, adalah area dalam rumah di mana persiapan makanan dilakukan tanpa memasak menggunakan api langsung. Biasanya dirancang dengan estetika yang menarik dan berdekatan dengan ruang makan untuk kemudahan akses. Ini menjadi titik pusat bagi keluarga untuk berkumpul saat sarapan atau saat menyajikan makanan yang sederhana dan siap saji. Singkatnya, dapur kering adalah ruang fungsional dan estetis yang memfasilitasi persiapan makanan cepat dan ringkas.

27. Island Table

Island table atau kitchen island adalah sebuah meja yang berdiri sendiri di tengah-tengah ruang dapur yang digunakan untuk berbagai kegiatan memasak, seperti memotong, meracik, dan mengolah bahan makanan. Berbeda dengan meja dapur biasa, island table memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dan fungsionalitas karena bisa diakses dari semua sisi. Selain itu, island table juga dapat difungsikan sebagai meja makan atau mini bar dengan penambahan kursi di sekelilingnya. Dengan demikian, island table tidak hanya menjadi tempat untuk memasak, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan kuliner di dalam dapur.

28. Pantry

Pantry adalah ruang atau area dalam rumah yang dirancang khusus untuk menyimpan peralatan memasak ringan, bahan makanan siap saji, serta tempat menyajikan snack dan minuman. Awalnya hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, namun kini berkembang menjadi area yang dilengkapi dengan meja dan kursi sehingga dapat digunakan sebagai tempat bersantai seperti mini bar atau island table. Biasanya ditempatkan di area yang terpisah dari dapur utama, seperti lantai atas.

29. Reading Nook

Reading nook adalah sudut istimewa di dalam rumah yang didedikasikan untuk membaca dan bersantai. Biasanya terletak di dekat jendela agar bisa menikmati cahaya alami dan pemandangan luar. Dengan menggunakan dudukan yang nyaman seperti sofa atau tatami, serta rak buku di sekelilingnya, reading nook menciptakan lingkungan yang ideal untuk menikmati buku favorit atau menghabiskan waktu dengan aktivitas membaca. Ini adalah solusi yang sempurna bagi mereka yang menginginkan ruang baca minimalis namun tetap nyaman dan berfungsi.

30. Pintu Sliding

Pintu sliding adalah jenis pintu yang dibuka dengan cara menggeser pintunya ke samping, bukan dengan cara dibuka ke dalam atau ke luar. Keuntungan utamanya adalah penggunaannya membutuhkan sedikit ruang, ideal untuk ruangan yang terbatas. Dengan mekanisme ini, pintu tidak membutuhkan ruang ekstra untuk membuka atau menutupnya seperti pintu tradisional yang berayun. Dengan kata lain, pintu geser adalah solusi yang efisien untuk memaksimalkan penggunaan ruang di rumah.

31. Wall Panel

Wall panel adalah material dekoratif yang terbuat dari lembaran papan dengan berbagai corak, motif, dan tekstur menarik. Mereka dirancang untuk melapis dinding agar terlihat lebih berwarna, bermotif, dan menambah estetika ruangan. Dengan berbagai pilihan desain yang tersedia, wall panel dapat secara signifikan meningkatkan tampilan interior, memberikan sentuhan artistik, dan menciptakan atmosfer yang unik dalam ruangan.

32. Pintu Folding

Pintu lipat adalah jenis pintu yang terdiri dari panel-panel yang dapat dilipat untuk membuka atau menutup ruangan. Mereka dapat terbuat dari berbagai bahan seperti kayu, aluminium, atau PVC. Desainnya memungkinkan penggunaan ruang yang efisien dan fleksibel, ideal untuk ruang terbatas. Dengan mekanisme lipatan yang mudah digunakan, pintu ini memberikan sentuhan modern dan fungsional pada rumah atau ruang komersial.

33. Pintu Swing

Pintu swing adalah jenis pintu yang umumnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pintu ini dapat dibuka dengan cara mengayun ke dalam atau ke luar ruangan. Contoh paling umum dari pintu swing adalah pintu rumah atau pintu kamar. Kemudahan penggunaannya dan ketersediaan yang luas membuatnya menjadi pilihan utama untuk berbagai jenis bangunan dan ruangan.

34. Grill Kayu

Grill kayu adalah susunan vertikal kayu yang mirip dengan bilahan pada pemanggang daging. Biasanya digunakan sebagai partisi, lapisan tambahan pada bangunan, atau untuk memberikan sentuhan estetika pada dinding. Ini memberikan tampilan alami dan dapat meningkatkan nilai estetika suatu ruangan.

35. Railing

Railing, dalam konteks arsitektur, merujuk pada struktur yang terpasang di sepanjang tangga, balkon, atau area serupa, berfungsi sebagai pegangan dan pembatas. Ini tidak hanya memberikan dukungan fisik kepada pengguna, tetapi juga berperan sebagai elemen desain yang mempercantik ruang. Secara esensial, railing adalah elemen keamanan yang penting, memastikan keselamatan penghuni dan pengunjung dengan memberikan penyangga yang stabil di sepanjang area tertentu.

36. Atap Limasan

Atap limas, dengan keunggulannya yang terdiri dari 4 bidang miring, menampilkan kombinasi unik dari segitiga dan trapesium. Populer di Indonesia, atap ini menawarkan perlindungan optimal dari cuaca dengan distribusi yang merata di seluruh bangunan. Dibandingkan dengan atap pelana, atap limas memberikan solusi yang lebih efektif dan estetis untuk kebutuhan struktural dan fungsional bangunan.

36. Atap Mansard

Atap mansard adalah jenis atap dengan empat sisi yang cenderung curam di bagian bawah dan kemiringannya terbatas di puncak. Ini adalah fitur yang umumnya ditemukan pada bangunan di Eropa. Keunikan bentuk atap mansard ini membantu memaksimalkan penggunaan ruang di dalam bangunan.

37. Atap Pelana

Atap pelana adalah jenis atap yang memiliki sudut puncak yang sangat tajam dan miring, mirip dengan bentuk pelana kuda. Atap ini terdiri dari dua bidang miring yang bertemu pada satu garis pertemuan di bagian atasnya. Keunikan atap pelana terletak pada kemiringannya yang curam dan bentuknya yang menyerupai pelana kuda.

38. Atap Kubah

Atap kubah adalah jenis atap yang menonjol karena bentuk melengkungnya yang menyerupai setengah bulatan. Biasanya digunakan untuk bangunan seperti rumah, stadion, kantor, masjid, gereja, dan kuil. Keunikan bentuknya memberikan kesan estetis yang kuat dan seringkali menjadi ciri khas arsitektur suatu tempat. Dengan desainnya yang menciptakan ruang yang luas di dalamnya, atap kubah juga sering dipilih karena fungsionalitasnya dalam memaksimalkan ruang.

39. Atap Menara

Atap menara, yang juga dikenal sebagai atap menara bertingkat, memiliki ciri khas dengan empat bidang miring atau lebih yang bertemu di satu titik pada bagian atas, membentuk puncak yang mengerucut dan lancip. Biasanya dijumpai pada struktur menara seperti masjid dan gereja. Dengan desain yang khas ini, atap menara tidak hanya memberikan elemen estetika yang menonjol, tetapi juga memperkuat identitas arsitektur dan fungsi religius bangunan tersebut.

40. Atap Sandar

Atap sandar atau atap miring adalah jenis atap yang cenderung cenderung miring, dengan salah satu sisi menempel pada dinding bangunan yang lebih tinggi daripada sisi lainnya. Ini adalah pilihan umum untuk desain bangunan modern dan minimalis karena memberikan estetika yang bersih dan kontemporer. Dengan ciri ini, atap ini tidak hanya memberikan perlindungan dari cuaca, tetapi juga menambah dimensi visual pada bangunan secara keseluruhan.

41. Atap Datar

Atap datar, meskipun terlihat rata, sebenarnya memiliki kemiringan yang sangat ringan untuk mengalirkan air hujan ke sistem pembuangan. Biasanya digunakan pada bangunan modern minimalis dan dapat berfungsi sebagai area atap yang dimanfaatkan.

42. Backyard

Backyard" adalah area terbuka di belakang bangunan, sering kali dihubungkan dengan taman atau halaman belakang. Ini merupakan ruang eksternal yang sering digunakan untuk rekreasi, pertemuan, atau kegiatan luar ruangan lainnya. Di sini, orang bisa menanam tanaman, mengadakan pesta, atau hanya bersantai. Ini adalah tambahan berharga untuk hunian yang menyediakan ruang tambahan untuk aktivitas dan relaksasi di luar ruangan. Singkatnya, backyard adalah ruang luar yang terletak di bagian belakang rumah atau bangunan.

43. Patio

Patio dalam konteks arsitektur adalah area terbuka yang biasanya terletak di bagian belakang atau samping rumah, terkadang juga di bagian tengah, yang dirancang untuk kegiatan rekreasi atau bersantai. Biasanya dikelilingi oleh bangunan atau dinding, menciptakan privasi dan suasana yang terlindungi. Patio dapat berupa taman kecil dengan tanaman hias atau area hardscape dengan lantai yang keras seperti batu alam atau paving. Fungsinya bervariasi dari tempat untuk makan di luar, bersosialisasi, atau sekadar menikmati udara segar. Ini sering menjadi tambahan yang menarik dan berfungsi sebagai perpanjangan ruang hidup di dalam rumah ke lingkungan luar.

44. Gazebo

Gazebo adalah struktur terbuka yang sering ditempatkan di area luar ruangan, dirancang untuk pertemuan santai, duduk, dan menikmati pemandangan sekitarnya. Biasanya, gazebo dibangun secara semi-permanen, tetapi ada juga yang permanen tergantung pada bahan konstruksinya. Ini adalah tempat yang nyaman untuk bersantai dan menikmati suasana alam tanpa harus meninggalkan kenyamanan rumah.

45. Stepping

Tentu, "stepping" dalam konteks arsitektur sering kali mengacu pada elemen yang digunakan untuk membentuk pijakan atau langkah-langkah dalam desain taman, ruang terbuka, atau area perairan. Ini bisa berupa bahan seperti batu alam, kayu, beton, atau bahan lainnya. Stepping memberikan struktur visual dan fungsi praktis, memungkinkan akses yang mudah dan mengarahkan pergerakan orang melalui area yang ditata. Dengan penempatan yang tepat, mereka dapat meningkatkan estetika dan fungsionalitas ruang terbuka secara keseluruhan.

46. Planter Box

Planter box merupakan wadah berbentuk kotak, seperti pot atau bata yang dicor semen, yang diisi dengan tanaman. Biasanya diletakkan di berbagai sisi rumah untuk menciptakan taman mini dan menghijaukan area sekitar. Ini adalah cara yang praktis dan estetis untuk menambahkan unsur alam ke dalam lingkungan rumah secara kreatif dan fleksibel.

47. Deck

Deck dalam konteks arsitektur adalah platform datar yang sering kali dibangun di luar ruangan, umumnya terletak di dekat rumah atau bangunan utama. Biasanya dibangun sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah, memberikan ruang tambahan untuk bersantai, berkumpul, atau menikmati pemandangan sekitar. Deck sering ditemukan di teras rumah atau pinggir kolam renang, menciptakan area yang nyaman untuk aktivitas luar ruangan. Singkatnya, deck adalah platform datar di luar ruangan yang terhubung dengan bangunan utama, menyediakan ruang tambahan untuk berbagai kegiatan.

48. Pondasi Bangunan

Pondasi merupakan fondasi utama suatu bangunan yang bertugas untuk menyalurkan beban yang diterima dari bagian atas bangunan ke lapisan tanah atau batuan yang ada di bawahnya. Fungsinya mirip dengan "tulang punggung" bangunan, memberikan kestabilan dan kekuatan dasar yang diperlukan untuk menjaga bangunan tetap kokoh dan aman dari keruntuhan.

49. Sloof

Sloof adalah elemen struktural yang terletak secara horizontal di atas pondasi bangunan. Fungsinya adalah untuk menyebarakan beban dari kolom ke pondasi, sehingga memperkuat stabilitas keseluruhan struktur. Selain itu, sloof juga berperan sebagai pengunci antara dinding dan kolom dengan pondasi, mencegah kemungkinan runtuhnya bagian atas bangunan akibat pergerakan tanah yang tidak terduga. Dengan demikian, sloof memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan kekokohan bangunan secara keseluruhan.

50. Balok

Balok adalah elemen struktural horizontal yang terletak di atas kolom atau tiang penyangga. Fungsinya adalah untuk menyalurkan beban dari bagian bangunan di atasnya ke kolom-kolom di bawahnya. Di sisi lain, sloof adalah jenis balok yang terletak di atas pondasi dan bertugas menyalurkan beban dari dinding atau struktur di atasnya ke pondasi. Dengan kata lain, sloof bertindak sebagai penghubung antara pondasi dan struktur bangunan di atasnya. Jadi, secara singkat, balok adalah elemen struktural horizontal yang menyalurkan beban ke kolom di bawahnya, sedangkan sloof adalah balok di atas pondasi yang menghubungkan bangunan dengan pondasi.

51. Kolom

Kolom merupakan elemen struktural vertikal yang bertanggung jawab untuk menyalurkan beban dari balok di atasnya ke pondasi. Mereka berfungsi sebagai tiang atau pilar penyangga di dalam atau di luar dinding bangunan. Dengan kata lain, kolom adalah komponen vital dalam memastikan stabilitas dan kekuatan bangunan, menyediakan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi beban-beban yang diterima dari bagian-bagian bangunan lainnya.

52. Pelat Beton

Pelat beton merupakan jenis lantai yang dibentuk dengan mencor struktur tulangan besi dan elemen pendukung lainnya di atas lantai. Fungsinya adalah untuk menanggung beban yang kemudian didistribusikan ke balok dan kolom di bawahnya. Dengan kata lain, pelat beton bertindak sebagai platform yang kokoh untuk mendukung aktivitas dan beban di atasnya, sementara juga menyebarkan beban ke struktur bangunan secara keseluruhan. Singkatnya, pelat beton adalah elemen penting dalam konstruksi bangunan yang menawarkan kekuatan dan stabilitas yang diperlukan untuk mendukung bangunan di atasnya.

53. Kantilever

Kantilever, seperti yang biasa kita temui pada balkon atau struktur bangunan lainnya, adalah bagian yang menonjol dari bangunan utama tanpa dukungan langsung dari kolom atau tiang. Umumnya digunakan untuk memperluas ruang tanpa membebani struktur secara berlebihan. Namun, di daerah yang rentan terhadap gempa bumi seperti cincin api Pasifik, pendekatan yang lebih aman adalah dengan tetap menggunakan dukungan kolom atau membatasi panjang kantilever. Ini untuk memastikan keamanan struktural dalam menghadapi guncangan dan beban yang tidak terduga.

54. Overstek

Overstek adalah elemen struktural pada atap yang menjorok keluar dari tepi bangunan, berfungsi untuk melindungi dinding dan kusen dari dampak buruk cuaca, seperti hujan dan sinar matahari. Hal ini membantu mencegah air hujan langsung turun ke dinding dan kusen, serta mengurangi paparan sinar matahari langsung pada bangunan. Dengan demikian, overstek membantu memperpanjang umur bangunan dan menjaga keamanan serta kenyamanan di dalamnya.

55. Plat Topian

Plat topian adalah struktur kantilever yang dipasang di bagian atas jendela. Fungsinya mirip dengan overstek, yaitu untuk memberikan perlindungan terhadap kaca dan kusen jendela dari dampak langsung sinar matahari dan hujan. Dengan demikian, plat topian membantu menjaga keawetan dan keindahan jendela serta mengurangi risiko kerusakan akibat paparan elemen cuaca.

56. 3D Modelling

Permodelan 3D adalah metode untuk membuat representasi digital tiga dimensi dari objek atau lingkungan menggunakan perangkat lunak grafis komputer. Dalam konteks arsitektur, ini melibatkan konversi ide, konsep, atau gambar 2D menjadi model yang memiliki dimensi lengkap, termasuk tinggi, lebar, dan kedalaman. Proses ini memungkinkan para profesional untuk memvisualisasikan desain secara lebih realistis sebelum implementasi fisiknya, membantu dalam perencanaan, presentasi, dan analisis.

57. RAB

Rancangan Anggaran Biaya (RAB) adalah dokumen atau file yang memuat estimasi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek konstruksi. RAB digunakan sebagai dasar dalam pemilihan kontraktor dan material bangunan, serta untuk mengontrol biaya selama pelaksanaan proyek. Dengan adanya RAB, risiko pembengkakan biaya dapat diminimalisir, sehingga proyek konstruksi dapat lebih terkendali dan efisien.

58. MEP

Gambar MEP adalah representasi 2D dari sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing dalam arsitektur. Ini mencakup rencana dan detail untuk titik lampu, saklar, stop kontak, AC, instalasi air bersih, air panas, air kotor, air buangan, penangkal petir, septictank, biotank, control box, biopori, dan ground tank dalam sebuah bangunan.

59. Gambar Teknis/DED

DED, atau gambar teknis, adalah kumpulan gambar 2D yang secara rinci memperlihatkan setiap aspek dari sebuah bangunan. Ini menjadi panduan utama bagi pekerja konstruksi dan pemeliharaan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.

60. Render

Render adalah tahap dalam pembuatan model 3D di mana model yang dibuat diberikan tekstur, pencahayaan, dan detail lainnya menggunakan perangkat lunak khusus. Proses ini meningkatkan realisme model sehingga mirip dengan gambaran nyata. Dengan rendering, model 3D dapat terlihat seperti gambaran langsung dari objek yang direpresentasikan.

61. Topografi

Topografi adalah gambaran detail tentang karakteristik fisik suatu area, termasuk elevasi tanah, kontur, dan distribusi fitur-fitur lainnya. Dalam konteks arsitektur, pemetaan topografi penting untuk memahami struktur lahan dan memperhitungkan elemen-elemen seperti ketinggian, kemiringan, dan pola air mengalir. Informasi ini menjadi dasar bagi perencanaan desain dan konstruksi, memungkinkan pengembangan yang sesuai dengan kondisi alami dan meminimalkan dampak lingkungan.

62. Tes Sondir

Tes sondir merupakan proses pengujian tanah yang dilakukan oleh ahli sipil dengan melakukan penetrasi pada beberapa titik di suatu lahan. Tujuannya adalah untuk menentukan daya dukung tanah di berbagai lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan tanah keras sebagai pedoman bagi arsitek dalam menentukan jenis pondasi bangunan. Dengan menggunakan alat sondir, ahli sipil dapat mengukur ketebalan dan kepadatan tanah serta mengevaluasi karakteristik tanah di lokasi yang diteliti. Hasil dari tes sondir membantu dalam perencanaan dan desain struktur bangunan yang aman dan kokoh.

63. IMB

IMB, atau Izin Mendirikan Bangunan, adalah dokumen yang diperlukan untuk melakukan konstruksi, renovasi, atau penghancuran bangunan. Dokumen ini diberikan oleh otoritas setempat, biasanya Kepala Daerah, kepada pemilik lahan atau bangunan. IMB mencakup persyaratan administratif dan teknis yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan IMB, pemilik bangunan memiliki izin resmi untuk melaksanakan proyek pembangunan atau renovasi tersebut.

64. GSB

GSB, singkatan dari Garis Sempadan Bangunan, adalah batas minimal pada suatu lahan yang mengatur pembangunan bangunan massif. Di luar GSB, bangunan massif tidak diperbolehkan, kecuali untuk area terbuka semi-permanen seperti taman, teras, atau balkon. Besarnya GSB dihitung berdasarkan separuh lebar objek lain di sekitarnya. Sebagai contoh, jika terdapat jalan selebar 10 meter di dekat lahan, maka GSB-nya adalah 5 meter. Dengan demikian, diperlukan ruang terbuka selebar 5 meter dari tepi jalan sebelum bangunan massif dapat didirikan. Singkatnya, GSB mengatur batas minimal ruang terbuka di sekitar bangunan untuk menjaga kualitas lingkungan dan estetika.

65. KLB

KLB, singkatan dari Koefisien Lantai Bangunan, adalah ukuran persentase yang menentukan seberapa besar luas lantai bangunan yang dapat dibangun dalam kaitannya dengan luas lahan yang tersedia. Dengan kata lain, KLB membatasi jumlah luas lantai yang dapat dibangun pada suatu lahan tertentu, dan secara langsung menentukan jumlah lantai yang dapat dibangun dalam struktur bangunan tersebut. Dengan adanya KLB, pengembang atau pemilik properti harus memperhitungkan batasan ini saat merancang atau mengembangkan bangunan baru.

66. KDB

KDB, atau Koefisien Dasar Bangunan, adalah ukuran yang menentukan seberapa besar bagian dasar bangunan menempati lahan yang tersedia. Ini dinyatakan sebagai persentase perbandingan antara luas lantai dasar bangunan dengan total luas lahan. Jika KLB menentukan jumlah tingkat bangunan, KDB menentukan seberapa besar bagian lantai dasar bangunan bisa memanfaatkan lahan yang tersedia. Dengan kata lain, KDB menjadi penentu proporsi luas lantai dasar bangunan terhadap luas total lahan yang digunakan.

67. Hoek

Hoek adalah istilah Bahasa Belanda yang berarti sudut. Dalam konteks rumah, hoek merujuk pada bangunan yang terletak di persimpangan jalan, diapit oleh dua jalur, dan dapat terlihat dari kedua sisinya. Ini menciptakan daya tarik visual dan keberadaan yang unik karena rumah tersebut terbuka untuk pandangan dari dua arah berbeda. Singkatnya, hoek adalah rumah yang berada di sudut persimpangan jalan, menampilkan sisi yang dapat dilihat dari dua arah berbeda.

68. Cost and Fee

Cost and fee adalah sistem di mana klien membayar jasa pelaksana berdasarkan persentase nilai proyek. Klien membeli material dan membayar pekerja, mengendalikan risiko finansial. Pelaksana mendapatkan fee sesuai persentase biaya proyek, terhindar dari risiko harga dan perubahan klien.